Tentang Cagar Biosfer
Zonasi
Tiga zona, dari hutan lindung Gunung Rinjani hingga kota dan pesisir tempat sebagian besar masyarakat tinggal.
Tiga zona
| Zona | Cakupan | Kegiatan di dalamnya |
|---|---|---|
| Area inti | Taman Nasional Gunung Rinjani dan hutan lain yang dilindungi ketat. [VERIFY: kawasan yang termasuk; luas dalam hektare] | Perlindungan jangka panjang ekosistem dan spesies. Penelitian, pemantauan, dan kegiatan berdampak rendah seperti pendakian berpemandu. |
| Zona penyangga | Hutan lindung dan hutan produksi di sekitar area inti, termasuk kawasan perhutanan sosial. [VERIFY: luas] | Kegiatan yang selaras dengan konservasi: perhutanan sosial, agroforestri, ekowisata, pendidikan, dan penelitian. |
| Area transisi | Bagian pulau lainnya: lahan pertanian, desa, kota, Mataram, dan pesisir. [VERIFY: luas] | Tempat sebagian besar masyarakat tinggal dan bekerja. Pertanian, perikanan, pariwisata, dan permukiman yang berkelanjutan, dikembangkan sejalan dengan tujuan cagar biosfer. |
Mengapa zonasi penting
Hutan di area inti menyimpan air yang menjadi tumpuan Lombok: mata air, sungai, dan saluran irigasinya berawal di lereng Rinjani. Apa yang terjadi di zona penyangga dan area transisi, dari pembukaan lahan hingga sampah dan pariwisata, kembali berdampak pada air itu dan pada terumbu karang di pesisir. Zonasi adalah cara merencanakan pulau ini sebagai satu sistem.
[SUPPLY: peta zonasi]